Pengaruh Organisasi Swasta dan Pemerintah

Pada kesempatan kali ini kita akan membahas tentang Pengaruh Organisasi Swasta dan Pemerintah, selamat membaca. Semoga para pembaca diberi kemudahan dalam memahami…

Daftar Isi :

  • Pengertian Organisasi Publik
  • Definisi Organisasi Swasta
  • Perbedaan sifat dan sifat
    • Tujuan organisasi
    • Sumber pembiayaan
    • Pola Akuntabilitas
    • Struktur organisasi
    • Karakteristik Anggaran dan Pemangku Kepentingan
  • Apa Persamaan antara Sektor Swasta dan Sektor Publik?
    • Bagikan ini:

Pengertian Organisasi Publik

Organisasi publik yang sering kita lihat dalam bentuk organisasi pemerintah yang sering dikenal dengan birokrasi pemerintahan, atau juga satu-satunya organisasi di dunia yang memiliki kewenangan untuk “merampok” milik rakyat, “membunuh” rakyat, atau juga “ memenjarakan” orang-orang.

Merupakan organisasi terbesar yang menampung seluruh lapisan masyarakat dalam lingkup Negara dan juga memiliki kewenangan kelembagaan di bidang politik, administrasi pemerintahan, dan hukum.

Sehingga memiliki kewajiban untuk melindungi warganya, dan melayani kebutuhannya, sebaliknya juga berhak memungut pajak untuk pendanaan, dan mengenakan sanksi sebagai sanksi penegakan peraturan.

Hal ini bertujuan agar dapat melayani kebutuhan masyarakat untuk kesejahteraan sebagaimana diamanatkan oleh konstitusi sebagai pijakan dalam operasionalnya. Organisasi yang berorientasi pada pelayanan kepada masyarakat yang tidak profit/profit/profit.

Definisi Organisasi Swasta

Istilah privat berasal dari bahasa latin “set apart” yang artinya terpisah. Tujuan organisasi publik akan diarahkan pada hal-hal yang ‘terpisah’ dari masyarakat pada umumnya.

Organisasi swasta atau organisasi laba adalah organisasi yang juga akan bergerak dalam pelayanan barang dan jasa yang kepemilikannya akan dibedakan dari kemampuannya untuk membayar barang dan jasa tersebut.

Sesuai dengan hukum pasar oleh satu orang atau lebih yang berorientasi pada keuntungan atau profit. maka sudah jelas bahwa organisasi ini memiliki tujuan tertentu yaitu untuk dapat mencari keuntungan atau profit yang sebesar-besarnya.

 

Baca Juga :  Pengertian Ekonomi Manajerial  

 

Organisasi laba mencakup antara lain perusahaan skala kecil hingga besar, baik lokal, nasional maupun internasional. Ciri-ciri yang antara lain dimiliki oleh satu orang atau lebih, berorientasi pada keuntungan.

Perbedaan sifat dan sifat

sebuah. Tujuan organisasi

Dari segi tujuan, organisasi sektor publik ini akan berbeda dengan sektor swasta. Perbedaan ini sangat menonjol terletak pada tujuan yang akan memperoleh keuntungan.

Di sektor swasta ada tujuan untuk memaksimalkan keuntungan, sedangkan di sektor publik itu adalah tempat penyediaan layanan publik, serta penyediaan layanan publik.

Namun meskipun tujuan utama sektor publik adalah penyelenggaraan pelayanan publik, bukan berarti organisasi sektor publik tidak memiliki tujuan yang bersifat finansial.

Organisasi sektor publik juga memiliki tujuan keuangan, tetapi mereka sangat berbeda baik secara filosofis, konseptual dan operasional dari tujuan profitabilitas sektor swasta.

B. Sumber pembiayaan

Perbedaan antara sektor publik dan sektor swasta juga dapat dilihat dari sumber pendanaan organisasi atau dalam istilah manajemen keuangan disebut struktur modal dan juga sumber pembiayaan.

Sumber pembiayaan sektor publik ini sangat berbeda dari sektor swasta dalam hal bentuk, jenis dan tingkat risiko.

Di sektor publik, sumber pendanaan berasal dari pajak dan retribusi, pembebanan jasa, laba BUMN, pinjaman pemerintah dalam bentuk utang luar negeri dan juga obligasi pemerintah, dan pendapatan lainnya.

Yang sah dan tidak akan bertentangan dengan peraturan perundang-undangan yang akan ditetapkan. Kemudian, untuk sektor swasta, sumber pembiayaan dipisahkan menjadi dua, yaitu internal dan eksternal.

Sumber pembiayaan internal terdiri dari sebagian keuntungan yang akan diinvestasikan kembali ke dalam perusahaan dan modal pemilik.

Sumber pembiayaan eksternal, seperti pinjaman bank, penerbitan obligasi, dan penerbitan saham baru untuk memperoleh dana dari masyarakat.

 

C. Pola Akuntabilitas

Manajemen di sektor swasta akan bertanggung jawab kepada pemilik perusahaan serta kreditur atas dana yang akan diberikan.

Di sektor publik, manajemen bertanggung jawab kepada publik karena ada sumber dana yang sering digunakan oleh organisasi sektor publik dalam rangka memberikan pelayanan publik yang juga berasal dari masyarakat (dana publik).

Pola akuntabilitas di sektor publik bersifat vertikal dan horizontal. Akuntabilitas vertikal adalah pertanggungjawaban pengelolaan dana kepada otoritas yang lebih tinggi,

misalnya pertanggungjawaban pengelolaan dana kepada pemerintah pusat. Pertanggungjawaban horizontal merupakan pertanggungjawaban kepada masyarakat luas.

D. Struktur organisasi

Secara kelembagaan, organisasi sektor publik ini juga sangat berbeda dengan sektor swasta. Struktur organisasi di sektor publik juga bersifat birokratis, kaku, dan hierarkis.

Sementara struktur organisasi di sektor swasta lebih fleksibel, salah satu faktor utama yang membedakan sektor publik dari sektor swasta adalah pengaruh politik yang sangat tinggi terhadap pengaruh organisasi sektor publik.

Tipologi pemimpin yang meliputi pilihan dan orientasi kebijakan politik akan sangat mempengaruhi pilihan struktur birokrasi di sektor publik.

Sektor publik melayani beberapa fungsi yang lebih kompleks daripada sektor swasta. Kompleksitas organisasi juga sangat mempengaruhi struktur organisasi.

e. Karakteristik Anggaran dan Pemangku Kepentingan

Jika dilihat dari karakteristik anggarannya, di sektor publik rencana anggaran ini akan dipublikasikan ke publik secara terbuka untuk dikritisi dan didiskusikan.

Anggaran ini bukan rahasia negara. Sementara anggaran di sektor swasta juga akan ditutup untuk umum karena anggaran tersebut merupakan rahasia perusahaan.

Dari sisi pemangku kepentingan, pemangku kepentingan di sektor publik akan dibagi menjadi 2 yaitu internal dan eksternal, pemangku kepentingan internal meliputi lembaga negara, dari kelompok politik (partai politik), pengelola publik (gubernur BUMN, BUMD), dan pegawai pemerintah.

Pemangku kepentingan eksternal di sektor publik ini seperti pengguna layanan publik, masyarakat pembayar pajak, perusahaan dan juga organisasi sosial ekonomi yang menggunakan layanan publik sebagai input untuk kegiatan organisasi,

Bank sebagai kreditur pemerintah, lembaga internasional (IMF, ADB, PBB, dan sebagainya), investor asing, dan juga generasi penerus. Di sektor swasta, pemangku kepentingan internal terdiri dari manajemen, karyawan, dan pemegang saham.

Sedangkan pemangku kepentingan eksternal terdiri dari bank, serikat pekerja, pemerintah, pemasok, distributor, pelanggan, masyarakat, serikat pekerja atau pasar modal.

Apa Persamaan antara Sektor Swasta dan Sektor Publik?

1) Kedua sektor, yaitu sektor publik dan sektor swasta, merupakan bagian integral dari sistem ekonomi di suatu negara dan juga keduanya menggunakan sumber daya yang sama untuk mencapai tujuan organisasi.

2) Keduanya menghadapi masalah yang sama, yaitu masalah kelangkaan sumber daya, sehingga baik sektor publik maupun swasta akan dituntut untuk menggunakan sumber daya organisasi secara ekonomis, efektif atau efisien.

3) Proses pengendalian manajemen, termasuk manajemen keuangan, pada dasarnya sama di kedua sektor tersebut. Kedua sektor tersebut akan membutuhkan informasi yang andal atau relevan untuk dapat menjalankan fungsi manajemen, yaitu: perencanaan, pengorganisasian, atau pengendalian.

4) Dalam beberapa kasus, kedua sektor tersebut dapat menghasilkan produk yang sama, misalnya: baik pemerintah maupun swasta akan sama-sama bergerak di bidang transportasi massal, pendidikan, kesehatan, penyediaan energi, atau lainnya.

5). Kedua sektor ini akan terikat oleh peraturan perundang-undangan dan ketentuan hukum lainnya yang telah dipersyaratkan.