8 Contoh SOP Manajemen Gudang dan Cara Membuat Stok Excel

SOP Gudang  merupakan standar operasional prosedur yang digunakan sebagai pedoman dan pedoman dalam pengelolaan gudang.

Pertumbuhan dan perkembangan suatu perusahaan sangat bergantung pada pengelolaan gudang.

Arus barang dalam penataan dan penataan yang kacau, kotor, dan tidak aman, akan mempercepat laju kebangkrutan perusahaan.

Sebaliknya arus keluar masuk barang yang tercatat dengan baik akan membuat barang selalu terjaga dan sampai di tangan konsumen tepat waktu dan dalam kondisi prima.

Kebersihan dan keamanan yang terjaga akan mengurangi kerugian perusahaan.

Jadi, jika manajemen gudang Anda masih berantakan dan Anda ingin merancang SOP untuk bagian gudang, seperti:

  • prosedur penyimpanan gudang
  • pengiriman barang dari gudang
  • pesanan gudang
  • cara menata barang di gudang

8 Contoh SOP Gudang / SOP Gudang, semoga menjadi inspirasi untuk menerapkan manajemen gudang yang baik.

Satu lagi sebagai bonus artikel saya sajikan cara stock barang keluar masuk dengan excel.

Langsung saja, ikuti pembahasannya di bawah ini…

 

 

01: SOP Gudang – Penerimaan Barang

Format SOP yang digunakan untuk membuat SOP gudang masih sama dengan format contoh SOP perusahaan sebelumnya yaitu merupakan gabungan dari flowchart naratif dan pembelian   .

Perhatikan step by step cara membuat SOP dan berikut contoh format SOP :

  1. Tujuan:

Menjelaskan kegiatan penerimaan barang di gudang dan pengiriman barang untuk memastikan barang yang telah diterima atau dikirim sesuai dengan  Purchase Order  (PO) atau  Delivery Order  (DO).

  1. Bahan dan alat:
  • Pesanan Pengiriman  (DO)
  • Pesanan melalui pos
  • Kendaraan
  • Troli
  1. Kualifikasi Karyawan:

Karyawan yang ditunjuk

  1. Prosedur:
  • Saat menerima barang, Anda harus menggunakan  daftar periksa  seperti di bawah ini:
  • Gudang hanya dapat menerima produk sesuai dengan surat pesanan.
  • Meminta persetujuan Manajer Logistik atau pegawai yang ditunjuk jika ada barang yang tidak dapat dipesan sebelum produk diterima.

E  Daftar Cek Penerimaan Barang   :

  • Nama dan jumlah barang yang datang sesuai dengan surat pesanan.
  • Kebenaran jenis dan jumlah barang yang diterima.
  • Tidak terlihat tanda-tanda kerusakan.
  • Tidak ditemukan kebocoran dan sebagainya.
  • Masa kadaluarsa yang memadai.
  • Kebenaran kondisi kemasan sesuai kebutuhan.

Selain memuat item informasi seperti di atas,  checklist  juga harus memuat kolom yang berisi uraian singkat setiap item informasi.

Untuk form lengkapnya bisa sebagai berikut :

Contoh SOP Checklist Gudang-resi-barang-01

 

 

02: SOP Gudang – Pengiriman Barang Dagangan

Pada bagian kedua ini membahas tentang tata cara pembuatan SOP Pengiriman Barang. Format yang digunakan adalah narasi dan flowchart penjualan   .

Perhatikan urutan langkah-langkah di bawah ini:

  1. Tujuan:

Menjelaskan kegiatan pengiriman barang dagangan untuk memastikan barang yang dikeluarkan sesuai dengan surat pesanan dan sertifikat pengiriman.

  1. Bahan dan alat:
  • Surat Perintah (SP)
  • Surat Pengiriman Barang (SPB)
  • Forklift
  • Kendaraan truk
  1. Penanggung Jawab:

Kepala Gudang

  1. Prosedur:

#1 :  Pemeriksaan barang yang akan dikirim  :

  • Memeriksa barang yang dikirim oleh kepala gudang.
  • Periksa kesesuaian nama barang, nomor batch, tanggal kadaluarsa dengan Surat Pemesanan dan Surat Penyerahan Barang (SPB).
  • Menandatangani gudang jika kondisi barang sesuai.
  • Menyerahkan Surat Penyerahan barang dan barang kepada pengirim barang.
  • Periksa kembali kesesuaian barang dengan Surat Pemesanan (SP) dan SPB oleh pengirim barang.
  • Pengepakan barang dan masuk dalam armada pengiriman.
  • Mencatat pengiriman barang oleh administrasi gudang di buku ekspedisi pengiriman.
  • Mengembalikan SP dan SPB lembar ke-2 dan ke-3 yang telah ditandatangani dan dicap setelah pengiriman barang ke bagian administrasi gudang.
  • Cek kesesuaian SPB dengan buku ekspedisi pengiriman.
  • Arsipkan lembar SP dan SPB ke-3.
  • Serahkan SPB lembar ke-2 ke bagian pajak.

 

#2:  Pengiriman barang melalui jasa pengiriman:

  • Hubungi layanan pengiriman untuk mengambil barang atau mengantarkan barang ke kantor layanan transportasi.
  • Memberitahu petugas keamanan jika akan ada kiriman untuk mengawasi saat pemuatan barang.
  • Serah terima barang kepada petugas pelayanan pengangkutan, pastikan petugas pengiriman dan petugas pelayanan pengangkutan menandatangani dokumen pada kolom yang  diserahkan oleh dan penerima  disertai dengan nama petugas, tanggal dan stempel perusahaan.
  • Pastikan petugas jasa transportasi memberikan bukti pengiriman/kwitansi sesuai dengan alamat dan nomor tujuan yang tertera pada surat pengantar.

 

#3 :  Pengeluaran barang mengikuti sistem  :

  • FIFO, adalah barang yang diterima terlebih dahulu baru dikeluarkan terlebih dahulu.
  • FEFO, merupakan barang yang memiliki masa kadaluarsa lebih pendek yang harus dikeluarkan terlebih dahulu.
  • Pengemasan barang dilakukan sesuai dengan persyaratan yang ditetapkan untuk setiap jenis barang sehingga terjamin kualitasnya sepanjang perjalanan.

 

 

03: SOP Gudang – Kebersihan dan kerapian gudang

Kebersihan dan kerapihan gudang tidak kalah penting, bayangkan jika gudang berantakan, barang-barang berantakan, labelnya hilang, ditambah lagi kotor.

Tidak nyaman kan?

Dan tentunya distribusi barang juga akan berantakan.

Oleh karena itu perlu disusun SOP Kebersihan dan Kerapihan Gudang, format SOP masih sama dengan format sebelumnya.

Perhatikan  format dan langkah-langkahnya:

  1. Tujuan:

Menjelaskan kegiatan menjaga kebersihan dan kerapihan gudang.

  1. Bahan dan alat:
  • Alat pembersih lantai, seperti sapu
  • Mop
  • Cairan desinfektan
  • Pestisida (jika diperlukan)
  1. Kualifikasi karyawan:

Tenaga kerja yang ditunjuk

  1. Prosedur:

#1:  Lantai

Sapu dan pel lantai setiap pagi, letakkan palet sedemikian rupa sehingga lantai dapat dengan mudah dibersihkan, catat dalam daftar periksa dan inisial petugas.

#2:  Dinding dan langit-langit

  • Membersihkan dinding dan plafon dari kotoran atau debu
  • Bersihkan plafon dari sarang laba-laba dan lain-lain.

# 3: Pencegahan hama

Gunakan pestisida secara teratur untuk mencegah rayap, tikus atau serangga lain yang dapat merusak barang-barang di gudang, catat di check list dan inisial petugas

  1. Dokumen terkait:

Kertas dan dokumen.

 

 

04: SOP Gudang – Kebersihan dan  Kebersihan

Kebersihan dan  kehigienisan  gudang juga perlu diperhatikan, sehingga perlu dibuat Standard Operating Procedure Gudang.

Dan berikut adalah urutan langkah-langkah membuat SOP Gudang ini :

  1. Tujuan:

Menjaga kebersihan penyimpanan (warehouse) untuk menjaga kualitas barang yang disimpan di gudang.

  1. Alat dan bahan:
  • Alat pembersih seperti sapu dan pel
  • Menandai dilarang merokok, makan, minum dan meludah
  • Daftar periksa pembersihan gudang
  1. Pihak terkait:
  • Pemimpin
  • Kepala Gudang
  • pelaksana gudang
  • Petugas kebersihan
  1. Prosedur:
  • Ruang penyimpanan harus kering, bersih, bebas dari limbah/sampah dan debu.
  • Ruang penyimpanan harus dibersihkan setiap hari oleh petugas yang menangani pembersihan (  cleaning service  ) sesuai dengan checklist yang dibuat.
  • Dilarang menyimpan makanan, minuman, ludah, rokok dan obat-obatan untuk keperluan pribadi di tempat penyimpanan (gudang).
  • Toilet dan wastafel harus terpisah dari penyimpanan dan harus dijaga kebersihannya.
  • Rekaman kegiatan pembersihan harus dipelihara.

 

 

05: SOP Gudang – Keamanan Gudang

Kami tentu memahami bahwa keamanan gudang merupakan kunci penting untuk mengurangi kerugian perusahaan.

Bagaimana sebuah perusahaan  bisa bertahan  ketika ada ‘tikus’ di gudang yang merusak aset perusahaan.

Bahkan sebuah  negara  akan menjadi negara ‘gagal’ ketika banyak ‘tikus’ menggerogoti asetnya🙂

Sehingga membuat  SOP Keamanan  Gudang menjadi sangat krusial.

Dan berikut adalah contoh format SOP Keamanan Gudang dan  step by step  cara menyusun SOP Gudang ini :

  1. Tujuan:

Menjelaskan kegiatan cara menjaga keamanan gudang termasuk keamanan barang yang disimpan di dalamnya.

  1. Bahan dan alat:

Perangkat keamanan seperti kunci/gembok, alarm

  1. Kualifikasi Personil:

Karyawan yang ditunjuk

  1. Prosedur:
  • Selain petugas dan orang yang tidak berkepentingan dilarang memasuki gudang (pemberitahuan ini tertera di pintu masuk gudang).
  • Pintu gudang harus selalu terkunci jika tidak ada proses penerimaan dan pengeluaran barang.
  • Kunci gudang disimpan oleh kepala gudang/orang yang berwenang jika kepala gudang tidak ada.

 

 

06: SOP Gudang – Pemantauan Suhu Ruangan

Standard Operating Procedures / SOP Gudang – Pemantauan Suhu dan Kebersihan Gudang adalah prosedur kerja yang digunakan oleh perusahaan untuk memandu semua kegiatan pemantauan suhu dan kebersihan gudang.

Tujuan dibuatnya SOP gudang tentang pemantauan suhu dan kebersihan ruang penyimpanan adalah untuk menjaga mutu dan kualitas barang yang disimpan di gudang.

SOP ini merupakan bagian penting dari manajemen gudang.

 

#1: Format SOP Gudang – Pemantauan Suhu dan Kebersihan Ruangan

Berikut ini adalah contoh standar operasional prosedur / SOP standar gudang mengenai pemantauan suhu ruangan:

  1. Tujuan:

Menjelaskan kegiatan pengontrolan dan pemantauan suhu serta kondisi ruang penyimpanan sesuai kebutuhan.

  1. Bahan dan alat:
  • Ruang
  • Palet, Rak
  • AC, Termometer
  •  Formulir daftar periksa pemantauan harian 
  1. Pihak terkait:
  • Mengelola gudang
  1. Prosedur Pelaksanaan:
  • Nyalakan pencahayaan yang cukup
  • Periksa ventilasi/sirkulasi udara dengan memeriksa AC/exhaust fan dan pengatur suhu dan kelembaban, apakah sudah dinyalakan sesuai dengan peruntukannya.
  • Simpan barang jadi di ruang yang ditentukan sesuai dengan kondisi yang ditentukan dalam penyimpanan barang jadi.
  • Pasang pengukur suhu di ruangan yang ditentukan dan letakkan di area yang mudah terlihat.
  • Melakukan pemeriksaan suhu setiap hari kerja pada pagi, siang dan sore hari, mencatatnya pada lembar monitoring harian sesuai dengan kondisi ruangan dan inisial/tanda tangan petugas pemeriksa.
  • Jika perangkat menunjukkan penyimpanan di atas suhu yang telah ditentukan, laporkan ke supervisor.
  • Lakukan evaluasi untuk ketidaksesuaian dan jika perlu buat perintah inspeksi instrumen.
  • Hasil pemantauan berkala dicatat pada kartu kendali dan ditandatangani oleh petugas yang ditunjuk.
  1. Hal-hal penting:
  • Ruang penyimpanan barang jadi harus memiliki pengukur suhu yang terkalibrasi.
  1. Dokumen terkait:
  • Formulir pemantauan kondisi gudang perusahaan.
  • Formulir pencatatan suhu/suhu ruangan.

Dan berikut ini adalah contoh 2 bentuk tersebut:

Formulir Pemantauan Kondisi Gudang Perusahaan:

Formulir pencatatan suhu dan kelembaban gudang perusahaan:

 

#2: Contoh SOP Gudang – Pemantauan Suhu Gudang

Berikut ini saya sajikan  contoh SOP  Gudang  Lengkap  yang merupakan gabungan dari part-part dari format standard operating procedure yang telah kita buat tadi (diatas).

halaman 01 :

halaman 02 :

halaman 03 :

 

 

07: SOP Gudang – Kebersihan Kamar

#1 : Format SOP Gudang – Penyimpanan Ruangan

Berikut ini adalah komponen-komponen Standard Operating Procedure penyimpanan gudang penyimpanan.

  1. Pengantar:

Kebersihan gudang penyimpanan harus diperhatikan agar barang dagangan tetap terjaga dengan baik dan siap didistribusikan setiap saat.

Untuk menjaga pelaksanaan prosedur tersebut diperlukan alat dan bahan. Alat dan bahan yang digunakan tergantung pada jenis pekerjaan yang dilakukan.

Prosedur ini menjelaskan alat dan bahan yang biasa digunakan untuk membersihkan ruang produksi.

  1. Prosedur Pelaksanaan :

Alat-alat yang digunakan untuk membersihkan ruang penyimpanan inventory dan cara penggunaannya adalah sebagai berikut:

  1. a) Alat : Kemoceng / busa (  spons )

Bagaimana cara menggunakannya:

  • Basahi dengan air dingin atau hangat dan lap permukaan yang akan dibersihkan.
  • Jika sudah cukup menyerap kotoran, bilas dengan air dingin/hangat hingga bersih.

Untuk membersihkan:

  • Permukaan furnitur
  • Permukaan peralatan tidak berminyak
  • Dinding: Lap yang baru saja disimpan kering sedangkan yang rusak harus diganti.
  1. b) Alat pembersih lantai kain/busa dan dudukan batang yang terbuat dari logam/plastik.

Sebaiknya tidak menggunakan batang kayu.

Bagaimana cara menggunakannya:

  • Lanjutkan pembersihan.
  • Basahi dengan air hangat / larutan syn-ectant untuk mengepel.
  • Peras sesuai selera menggunakan alat press.

Untuk membersihkan:

  • Lantai
  • 2 ember harus disediakan masing-masing berisi air atau larutan desinfektan untuk mengepel dan air untuk membersihkan. Air yang sudah mulai kotor harus diganti dengan yang baru.
  1. c) Larutan penyemprot atau botol semprot

Cara Penggunaan:

  • Isi botol dengan larutan pembersih dan semprotkan ke arah yang akan dibersihkan
  • Keringkan dengan kain/busa.

Untuk membersihkan:

  • Kaca
  • Daun pintu
  1. d) Penyedot Debu (  vacuum cleaner )

Cara Penggunaan:

  • Siapkan alat
  • Colokkan ke soket
  • Nyalakan alat
  • Bersihkan tempat yang ingin Anda bersihkan.

Untuk membersihkan:

  • Karpet
  • Langit-langit

 

#2: Contoh SOP Gudang – Penyimpanan Ruangan

Dan jika bagian-bagian dari format Standard Operating Procedure yang telah kami buat di atas digabungkan menjadi satu, maka menjadi format SOP untuk Gudang – Kebersihan Ruang Penyimpanan Barang sebagai berikut:

Halaman 1 :

Contoh SOP Gudang – Cleaning Room Penyimpanan Barang : 1

Halaman 2 :

SOP Gudang – Membersihkan Ruang Penyimpanan Barang : 2

 

 

08: SOP Gudang – Nama Stok

SOP Stock Opname merupakan standar operasional prosedur yang digunakan sebagai pedoman dan pedoman dalam melaksanakan semua kegiatan stock opname.

 

#1: Mengapa Perusahaan Perlu Mengelola Inventory / Stok Barang?

Pengelolaan persediaan atau stock barang yang baik harus dilakukan oleh perusahaan.

Dua tujuan utama pengelolaan persediaan adalah melindungi persediaan dan menyusun laporan persediaan dengan benar dalam laporan keuangan.

Manajemen persediaan harus dimulai segera setelah barang dagangan diterima.

Laporan laba rugi harus dilengkapi oleh bagian pendapatan perusahaan sebagai pertanggungjawaban awal atas persediaan.

Untuk memastikan bahwa persediaan yang diterima adalah barang yang dipesan, maka laporan penerimaan harus sesuai dengan pesanan pembelian atas barang yang dikeluarkan oleh perusahaan.

Pesanan pembelian mengotorisasi pembelian barang dari pemasok.

Demikian pula harga persediaan yang dipesan seperti yang tertera dalam pesanan pembelian harus dibandingkan dengan harga yang ditagihkan kepada pemasok kepada perusahaan.

Seperti yang ditunjukkan pada faktur pemasok.

Setelah laporan penerimaan, pesanan pembelian, dan faktur pemasok dicocokkan, perusahaan harus melaporkan persediaan terkait dan hutang dagang dalam catatan akuntansi.

Manajemen persediaan termasuk mengembangkan dan menggunakan langkah-langkah keamanan untuk mencegah kerusakan persediaan atau penyalahgunaan oleh pelanggan atau karyawan.

Misalnya, persediaan harus disimpan di gudang atau area lain dengan akses terbatas hanya untuk karyawan yang berwenang.

Salah satu alat yang dapat digunakan untuk mengelola persediaan secara efektif adalah BUKU BESAR PENDUKUNG atau buku persediaan.

Dalam buku besar pembantu persediaan, kita dapat mengetahui jumlah masing-masing jenis barang.

Selain itu buku besar pembantu dapat menjadi alat untuk menjaga kuantitas persediaan pada tingkat tertentu.

Seringkali membandingkan saldo tingkat persediaan maksimum dan minimum yang telah ditentukan sebelumnya memungkinkan pemesanan ulang tepat waktu.

Dan mencegah pemesanan ulang dalam jumlah yang berlebihan.

 

#2: Memahami Pengambilan Stok

Apa itu stock opname?

Stock opname merupakan cara perusahaan untuk mencatat persediaan dengan cara menghitung dan memeriksa kondisi fisik persediaan.

Untuk memastikan keakuratan penghitungan persediaan yang dilaporkan dalam laporan keuangan, perusahaan perlu melakukan  penghitungan fisik persediaan  (  physical inventory  ), atau pemeriksaan persediaan secara berkala, yaitu penghitungan fisik persediaan.

Langkah pertama yang dapat Anda lakukan saat melakukan stock opname adalah dengan mengecek
kartu stok, kartu stok, atau formulir stok.

Selanjutnya cek dan bandingkan dengan kondisi fisik sebenarnya.

Hasil penghitungan fisik tersebut kemudian dibandingkan dengan catatan persediaan untuk menghitung jumlah persediaan yang hilang atau rusak.

Jika persediaan yang hilang tidak normal, manajemen dapat menyelidiki lebih lanjut dan mengambil tindakan korektif yang diperlukan.

Mengetahui bahwa perhitungan fisik akan dilakukan juga membantu mencegah penyalahgunaan persediaan oleh karyawan.

Sebagian besar perusahaan melakukan perhitungan fisik ketika tingkat persediaan terendah.

Misalnya, sebagian besar perusahaan ritel melakukan perhitungan fisik pada akhir Januari atau awal Februari.

Yaitu setelah penjualan liburan akhir tahun dan sebelum memesan kembali persediaan untuk musim berikutnya.

Namun ada perusahaan lain yang melakukan perhitungan fisik (  stock opname  ) menjelang akhir periode akuntansi.

 

#3 : Contoh SOP Stock Opname dan Cara Membuatnya

Karena pentingnya arti, manfaat dan kegunaan pemeriksaan fisik persediaan, maka perusahaan perlu membuat prosedur standar yang menjadi pedoman pelaksanaan proses stock opname.

Bagaimana cara dan langkah membuat Standard Operating Procedure – SOP Stok Rawat Inap?

Mari kita bahas cara membuat SOP Gudang – Stock Opname  langkah demi langkah  .

ayo pergi  …

Format SOP yang digunakan adalah narasi dengan flowchart.

Untuk SOP Stock Opname ini kita tidak perlu menggunakan flowchart untuk menjelaskan prosedur kerja.

 

A: Tentukan header SOP

Perhatikan contoh format header SOP Manajemen Gudang – Stock Opname di bawah ini:

contoh header SOP Stock Opname

Dari gambar diatas kita lihat ada 7 bagian pada header, perhatikan bagian yang saya beri nomor 1-7 yang  berwarna merah  .

Nomor 1:

Bagian Header yang diisi dengan logo atau nama perusahaan yang menerapkan Standard Operating Procedure.

Butir 2:

Bagian ini menunjukkan judul atau nama Standard Operating Procedure, dalam hal ini Standard Operating Procedure – SOP Stok Rawat Inap.

Butir 3:

Bagian yang berisi nomor dokumen.

Butir 4:

Bagian yang menunjukkan validitas SOP Gudang – Nama Stok.

Butir 5:

Bagian yang memuat informasi tentang revisi atau penyempurnaan Prosedur Operasional Standar Manajemen Gudang – Rawat Inap Stok

Butir 6:

Bagian yang menjelaskan jumlah revisi/perbaikan yang telah dilakukan.

Butir 7:

Bagian yang berisi jumlah halaman dari SOP Gudang – Stock Opname.

Ketujuh elemen tersebut cukup untuk menjelaskan identitas suatu Standard Operating Procedure.

Jika SOP Manajemen Gudang yang Anda buat dirasa kurang bisa ditambah sesuai kebutuhan.

 

B: Isi Bagian

Perhatikan contoh format SOP Manajemen Gudang berikut ini:

Bagian Isi SOP Stok Rawat Inap

Seperti yang terlihat pada format di atas, bagian isi utama dalam SOP Stock Opname terdiri dari 4 poin, yaitu:

  • Tujuan : Berisi penjelasan yang dibuat Standar Operasional Prosedur.
  • Alat dan Bahan: Penjelasan  alat yang  digunakan selama penerapan Standar Operasional Prosedur ini, seperti kartu stok gudang.
  • Pihak Terkait : Penjelasan tentang bagian-bagian/yang terkait dengan pelaksanaan Standard Operating Procedure yaitu kepala gudang dan jajarannya.
  • Prosedur : Penjelasan prosedur kerja dalam pelaksanaan SOP Gudang – Stock opname.

 

#3: Penutup / Pengesahan

Perhatikan contoh format SOP Warehouse – Stock Opanme pada bagian otorisasi berikut ini:

Contoh pengesahan SOP Stock Opname.

Bagian ini menjelaskan siapa yang bertanggung jawab untuk menyusun dan menerapkan Prosedur Operasi Standar.

Terdiri dari siapa:

  • mengatur,
  • cek, dan
  • menyetujui SOP

Lengkap dengan nama, gelar dan inisial.

Jika ketiga bagian dari Standard Operating Procedure di atas digabungkan dalam satu format SOP Warehouse – Stock Taking, maka bentuknya adalah sebagai berikut:

Contoh SOP Stock Opname

Setelah menyelesaikan SOP Warehouse – Stock Taking, perusahaan kemudian menerapkan Standard Operating Procedure ini dalam kegiatan pengelolaan persediaan.

Selama pelaksanaannya diawasi. Apakah ada masukan atau pengaduan dari pihak terkait.

Dari entri dan kasus yang terjadi selama penerapan prosedur operasi standar untuk manajemen persediaan.

Sehingga jika ada yang kurang dan perlu direvisi, maka segera lakukan revisi dan penyesuaian (  update  ) untuk mendapatkan kondisi ideal atau mendekati ideal.

 

 

09: Bonus article:

Cara Menyimpan Barang Masuk dan Keluar dengan Excel

Salah satu penerapan manajemen gudang adalah pembuatan laporan stock opname yang merupakan hasil stock opname yang telah dilakukan.

Bisa dalam bentuk laporan stok barang sederhana, tabel stok barang, atau laporan stok barang Excel.

Untuk perusahaan kecil atau UKM/UKM, cara menghitung stok barang, kita bisa menggunakan excel untuk membuat  aplikasi stok.

Aplikasi Stok Barang Sederhana Excel adalah perangkat sederhana untuk memantau inventaris barang dagangan.

Dan berikut adalah contoh tampilan aplikasi stock barang sederhana dengan excel :

 

A: Bagian 01: Menu aplikasi

Perhatikan tampilan menu aplikasi stok barang excel di bawah ini:

Aplikasi Stok Barang – menu

Terdapat 4 tombol menu yaitu :

Tombol #1 :

Jumlah barang masuk: menu ini akan mengarahkan Anda ke bagian rekapitulasi barang masuk, lengkap dengan jumlah dan harganya.

Tombol #2 :

Input item: jika Anda mengklik tombol ini maka akan diarahkan ke bagian input item. Setiap item yang masuk, Anda masukan di bagian ini.

Tombol # 3:

Penjualan: menu ini jika diklik akan mengarahkan Anda ke bagian penjualan (barang keluar). Setiap kali penjualan atau item dirilis, Anda memasukkan data di bagian ini.

Untuk  ombol #4

Laporan: ketika Anda mengklik tombol ini, Anda akan diarahkan ke bagian laporan. Pada bagian ini Anda dapat melihat beberapa laporan seperti jumlah penjualan, jumlah persediaan akhir.

 

B: Bagian 02: Input barang masuk

Perhatikan tampilan berikut:

Aplikasi stok barang excel – untuk input barang masuk

Bagian ini digunakan untuk memasukkan data barang yang masuk ke gudang.

C: Bagian 03: Tabel mencantumkan barang masuk

Perhatikan tampilan berikut:

Aplikasi Stock Barang Excel – untuk mengetahui jumlah data persediaan

Bagian ini berisi data stok barang dagangan yang masuk dan keluar, termasuk harganya.

 

D: Bagian 04: Input item keluar (mis. Penjualan)

Perhatikan tampilan berikut:

Aplikasi Stok Barang Excel – untuk memasukkan penjualan

Bagian ini digunakan untuk menginput data barang yang keluar.

 

E: Bagian 05: Tabel Laporan

Tampilan bagian ini adalah sebagai berikut:

Aplikasi Stok Barang – Laporan

Bagian ini berisi berbagai laporan.

Contoh laporan persediaan gudang dapat dilihat pada bagian ini.

Termasuk laporan lainnya, seperti:

  • Laporan stok akhir,
  • Laporan penjualan dan
  • Nilai saham.

 

10: Kesimpulan

Manajemen Gudang dalam sistem pergudangan modern keberadaan SOP Gudang / SOP Gudang sangat penting.

Maka perusahaan harus memperhatikan sejak merancang  SOP  untuk gudang, seperti;

  • tata cara penerimaan barang,
  • cara menata barang di gudang,
  • tata cara penyimpanan barang di gudang,
  • pengiriman barang dari gudang,
  • pembukuan stok barang keluar masuk,
  • laporan stok persediaan gudang
  • pesanan gudang

Sampai dengan implementasi, dan terus  memperbaharui  SOP Gudang agar sesuai dengan pertumbuhan dan perkembangan perusahaan dari waktu ke waktu.

Contoh SOP tersebut dapat diterapkan pada SOP Gudang Distributor, SOP Gudang Retail, dan SOP Gudang Obat dalam   pengelolaan gudang farmasi rumah sakit , kerjasama bisnis pergudangan   , dan sejenisnya.